Pelatih Terbaik di Italia

antonio conte

Antonio Conte yang saat inimelatih tim nasional Italia U-16. Setelah sang pelatih itu berkarir selama 23 tahun di level klub dan 20 tahun di tim nasional wanita Italia. Pelatih yang dipanggil dengan sebutan Panico itu memutuskan untuk pensiun sebagai manajer dalam karirnya di tahun 2016 lalu.

Pelatih berusia 47 tahun itu baru tahun ini memulai karirnya untuk melatih timnas U-16 dan menjadi perempuan pertama di Italia yang menangani tim laki-laki. Maksud dari hal itu adalah karena sebutannya Panico yang artinya seorang perempuan.

“Mereka masih menyebut saya ‘Mister’.  Ya, Mister Panico,” ucap Patrizia Panico ketika diwawancara oleh sebuah media.

Hal ini memang kurang enak di dengar, dengan menyebutnya ‘Mister’ untuk Panico. Namun, sebutan itu memang sudah lama menjadi tren di Calcio. Siapa saja yang menjabat sebagai pelatih di tim, maka dia akan diberikan panggilan ‘Mister’.

antonio-conte
ekspresi conte yang tidak menerima keputusan wasit

Terjadi Panggilan Mister Bagi Seorang Pelatih di Italia

Hal ini dapat dilacak dari awal keberadaan sepak bola di Italia. Dimana salah satu olahraga ini didatangkan dari orang-orang Inggris. Secara tidak langsung, ketika jaman dahulu pemain sepak bola Italia dilatih oleh orang-orang Inggris. Maka dari itu, sapaan ‘Mister’ ini menjadi turun menurun sampai saat ini.

Sebutan ‘Mister’ itu merupakan bentuk sebuah penghormatan. Yang mana berguna untuk menunjukkan perbedaan level antara si pemanggil dan orang yang di panggil. Maka itu, dia mendapatkan julukan itu dengan otomatis menjadi sosok yang dihormati, dipatuhi dan dituakan.

Di sepak bola Italia, ada sebuah penghargaan yangmenjadi sebuah penghormatan untuk para pelatih terbaik Italia. Yang mana nama tersebut yaitu Pachina d’Oro atau bangku kepelatihan emas. Ide itu berawal dari Massimo Morratti di musim 1990-1991 dikepala oleh Federasi Sepak Bola Italia (FGIC).

Dimana Moratti ingin memberi penghargaan untuk semua pelatih terbaik yang berada di Eropa dan mereka yang memiliki hak untuk memilih pemenang adalah para jurnalis. Akan tetapi, format ini hanya mampu bertahan sampai dua tahun dimana Raymod Goethals dan Fabio Capello menjadi pemenang di musim 1990-1991 dan 1991-1992.

Setelah tidak adanya penghargaan di tahun 1992-1993, Pachina d’Oro pun telah kembali digelar di tahun 1993-1994 dengan format terbaru. Sampai pada tahun 2005-2006, penghargaan Panchina d’Oro ini diperuntukkan bagi para pelatih terbaik dari Serie A maupun Serie B.

Sejak memulainya musim 2006-2007 sampai saat ini, penghargaan itu hanya diberikan untuk pelatih di Serie A. Dengan begitu, mereka hanya berhak memilih pemenangan adalah sesama pelatih saja.

massimiliano allegri
massimiliano allegri sedang mengatur timnya

Marurizio Sarri Mendapatkan Penghargaan Panchina d’Oro

Jika mengingat kembali siap saja yang pernah mendapatkan penghargaan Panchina d’Oro, ada satu tren yang benar-benar terlihat. Karena tidak semua pelatih yang mampu mendapatkan penghargaan tersebut adalah pelatih yang pernah membawa tinnya meraih juara.

Contohnya seperti Maurizio Sarri yang sempat terjadi pada dirinya di bulan Maret 2017 lalu, telah menerima penghargaan atas pencapainnya di musim 2015-2016. Di musim itu, Sarri yang baru saja menjabar sebagai pelatih di Napoli sukses menempatkan tim asuhannya di posisi kedua klasemen Serie A.

Tidak hanya itu saja, melainkan gaya permainan yang ditunjukkan timnya pun sangat atraktif dan ofensif yang menjadikannya nilai plus untuk mantan pelatih taktik Empoli tersebut. Gaya yang dimiliki oleh Sarri pun sangat bagus dan bebera dengan kolega yang memilihnya.

Selain Sarri, adapun Massimiliano allgeri yang pernah mendapatkan penghargaan tersebut ketika menangani tim yang tidak pernah juara. Ketika dirinya menjabat sebagai pelatih Cagliari di tahun 2010 silam. Pada saat itu, Allegri sukses membawa tim asuhannya mengakhiri musim di urutan kesembilan.