Kiper Terbaik Dunia di Spanyol Sepanjang Masa

Tidak hanya di Italia saja yang menghasilkan kiper terbaik dunia, melainkan Spanyol yang merupakan negara Eropa pun banyak menghasilkan kiper ternama. Sebagian kiper tersebut tidak hanya bermain di negaranya sendiri, tetapi mereka juga berkarir di sebuah klub besar di tiap negara Eropa.

Selain memiliki kemampuan di dirinya dan prestasi yang diraih bersama tim nasional ataupun klub. Leadership skill pun merupakan salah satu pertimbangan untuk menentukan ranking di dalam daftar ini. Mungkin sebagian banyak orang sudah mengenal kiper-kiper terbaik ini.

Namun, kita harus mengetahui apa tugas kiper di dalam sebuah tim sepak bola. Kiper merupakan seseorang yang indentik dengan sarung tangan, yang bertugas menjaga gawang timnya agar tidak kebobolan dari tim lawan. Dimana penjaga gawang bagian permainan yang spesial, karena hanya dia yang boleh menyentuh bola dengan tanggannya (hanya di zona penalti).

Berikut nama-nama kiper terbaik di Dunia Liga Spanyol:

  • Iker Casillas

Iker Casillas
Casillas usai menyelematkan gawangnya

Kiper satu ini memiliki bakat yang mampu menjaga gawangnya dengan baik, leadership skill, serta prestasi yang didapatkannya bersama klub dan timnas. Hal ini lah yang membuat Iker Casillas layak menempatkan posisi teratas dalam daftar kiper terbaik sepanjang masa di Spanyol.

Dia pun mendapatkan kepercayaan sebagai kiper utama di Real Madrid di tahun 2000. Casillas sendiri telah meraih lima gelar juara di La Liga dan dua kali mendapatkan Liga Champions bersama Los Blancos. Dan merupakan penjaga gawang andalan timnas Spanyol yang sukses meraih gelat World Cup 2010, Euro 2008, dan Euro 2012.

  • Ricardo Zamora

Ricardo Zamaro
Zamora tengah menyelamatkan gawangnya

Penjaga gawang ini merupakan kiper tertangguh pada masanya, bahkan dia pun dianggap sebagai kiper terbaik dalam sejarah sepakbola Spanyol. Namanya pun diabadikan untuk dijadikan penghargaan tahunan yang akan diberikan untuk kiper terbaik di Liga Spanyol.

Ricardo Zamora sudah berkari dari tahun 1916 sampai dengan 1937, yang mana kiper itu bermain di tiga klub besar seperti, Barcelona, Espanyol dan Real Madrid. Momen yang selalu dikenang, ketika dia tampil sebagai kiper timnas Spanyol berhadapan dengan melawan Inggris.

  • Antoni Ramallets

Antoni Ramallets
Ramallets sedang berlatih

Tidak hanya kiper Barcelona yang dianggap sukses  dan berkualitas dibandingkan dengan Zubizarreta dan Victor Valdes, maka terdapat satu nama yaitu Antoni Ramallets. Penjaga gawang itu berkari selama 16 tahun bersama El Barca, dari tahun 1946 sampai dengan 1962.

Pada eranya, kiper tersebut sudah membawa Barcelona meraih enam kali juara La Liga dan Lima trofi Copa del Rey. Tidak sekedar itu, dia mendapatkan lima kali gelar Zamora Trophy. Selam berkarir, Ramllets sudah bermain sebanyak 35 laga bersama timnas Spanyol.

  • Victor Valdes

Victor Valdes
Valdes merayakan kemenangan timnya

Meski kiper satu ini sempat mendapatkan banyak kritikan yang selalu melakukan blunder, jika dilihat dari statistik Valdes merupakan kiper terbaik Spanyol. Dimana, sang kiper sudah mendapatkan gelar Zamora Trophy dan jumlah yang dimilikinya saat ini masih bisa bertambah. Karena sampai saat ini dia masih berkarir.

  • Pepe Reina

Pepe Reina
ekspresi pepe reina setelah timnya mencetak gol

Penjaga gawang ini merupakan pemain asli dari didikan Youth Academy Barcelona yang terpaksa hijrah ke klub lain, karena tidak mendapatkan tempat di skuat inti El Barca. Dengan mengejutkan, karir di klub barunya, Villareal terbilang mengesankan. Dan dia pun bergabung dengan Liverpool ddi tahun 2005 dan diberikan kepercayaan sebagai kiper utama.

Kandidat Pelatih Terbaik Dunia di Liga Champions 2015

Trofi pelatih terbaik

FIFA yang telah menyebutkan nama-nama pelatih terbaik dunia yang bermain di Liga Champions, untuk memperebutkan penghargaan Coach Of The Year 2015. Ada beberapa nama yang masuk dalam nominasi yang dianggap berprestasi di musim 2014/2015.

Dari 10 pelatih yang masuk dalam nominasi, terdapat satu nama yaitu Jorge Sampaoli yang tidak menangani klub. Dimana Sampaoli sendiri masuk ke dalam daftar calon pelatih terbaik di dunia, ketika dia membawa tim nasional Cile meraih gelar Copa Amerika 2015.

Di musim ini, peluang Luis Enrique untuk mendapatkan gelar juara sangat besar. Wajar, jika prestasi Enrique sepanjang musim 2015 sangat luar biasa. Pelatih tersebut telah memberikan Barcelona tiga trofi di ajang La Liga, Copa del Rey, Liga Champions.

Dan dia pun berhasil membawa Piala Super Eropa 2015, setelah mereka menumbangkan Sevilla di bulan Agustus lalu. Dengan begitu raihan gelar yang didapatkan oleh Enrique di 2015, memiliki peluang untuk bertambah di Piala Dunia Antarklub pada Desember silam.

Inilah 10 Calon Pelatih Terbaik Dunia 2015

  • Massimiliano Allegri (Juventus)

Massimiliano Allegri

Setelah Massimiliano Allegri dipecat oleh AC Milan pada tahun 2014 lalu, sang pelatih melanjutkan karirnya di Juventus. Bersama Old Lady, Allegri berhasil membuktikan kualitasnya sebagai pelatih yang meraih dua gelar sekaligus dalam satu musim , yaitu Scudetto dan Coppa Italia.

Pelatih yang kini menginjak usai 48 tahun itu sudah membawa Juventus tampil di final Liga Champions. Akan tetapi, Juve telah gagal memperebutkan trofi tersebut setelah dikalahkan Barcelona dengan skor akhir 1-3.

  • Carlo Ancelotti (Mantan Pelatih Real Madrid)

Carlo Ancelotti

Pelatih satu ini, gagal memberikan Real Madrid meraih gelar di musim 2014-2015. Carlo Ancelotti tetap masuk nominasi sebagai pelatih terbaik tahun ini. FIFA sendiri menganggap jika sosok pelatih tersebut memberikan pengaruh besar daam dunia sepak bola. Karena di musim sebelumnya telah memberikan gelar Liga Champions ke 10 bagi Madrid.

  • Laurent Blanc (Paris Saint-Germain)

Laurent Blanc

Pelatih asal Perancis satu ini mampu memberikan Paris Saint-Germain meraih treble winners di ajang domestik. Berkat hasil didiknya, tim yang berjuluk Les Parisiens meraih gelar Ligue 1, Coupe de Ligue dan Coupe de France.

  • Unai Emery (Sevilla)

Unai Emery

Emery yang terbilang berjasa bagi Sevilla selama dua musim beruntun, sukses memberikan tim asuhannya meraih gelar juara Liga Europa. Dengan prestasi yang diraihnya itu, FIFA menilai Emery layak masuk dalam kandidat pelatih terbaik 2015.

  • Josep Guardiola (Bayern Munchen)

Josep Guardiola

Guardiola yang kini melatih klub asal Jerman, Bayern Munchen itu tidak membuat karirnya tenggelam. Pelatih asal Spanyol itu justru mampu sukses memberikan anak asuhnya meraih trofi Bundesliga, DFB Pokal, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.

  • Luis Enrique (Barcelona)

Luis Enrique

Dalam menangani Barcelona karir Enrique begitu bersinat, di musim pertamanya, sang pelatih berhasil memberikan Blaugrana meriah gelar La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

  • Jose Mourinho (Chelsea)

Jose Mourinho

Pada musim lalu Liga Primer Inggris telah milik Chelsea. Dimana besutan Jose Mourinho berhasil menjuarai Liga Inggris dan Piala Liga. Tetapi, kinerja musim ini terbalik dengan musim lalu. Yang mana jumlah kekalahan The Blues masih lebih banyak ketimbang menang.

  • Jorge Sampaoli (Timnas Chile)

Jorge Sampaoli

Chile telah bangkit dari ketepurukan mereka, yang kini menjadi negara yang terkuat di dunia dalam sepak bola. Dimana mereka di tahun ini telah sukses mengangkat trofi Copa America setelah menumbangkan Argentina dibabak adu penalti.

  • Diego Simeone (Atletico Madrid)

Diego Simeone

Pelatih satu ini memiliki nasik yang sama dengan Carlo Ancelotti. Dimana, musim lalu tim besutannya, Atletico Madrid gagal meraih gelar juara. Meski begitu, kinerja Simeone tidak bisa dipandang sebelah mata. Berkatnya Atletico menjadi salah satu tim yang ditakuti.

  • Arsene Wenger (Arsenal)

Arsene Wenger

Banyaknya kritikan yang didapatkan oleh Wenger, membawa Arsenal raih gelar Community Shield. Meski karir sang pelatih saat ini naik turun, dan FIFA pun menganggap The Profesor merupakan pelatih terbaik tahun ini.

Pep Guardiola: Pelatih Enrique Sukses Tangani Barcelona

Luis Enrique Barcelona

Pep Guardiola memberikan penilaian kepada Barcelona akan tetap menjadi sebuah klub yang hampi tidak terkalahkan, jika Lionel Messi tetap di klubnya. Guardiola melontarkan harus butuh kesabaran jika pemain tim nasional Argentina itu menyatakan pensiun di Barca.

Barcelona yang di musim lalu gagal untuk meraih gelar juara Liga Spanyol dan dihentikan oleh Juventus di babak perempat final ajang Liga Champions. Dengan dua kegagalan yang diterima dalam ajang tersebut, menimbulkan perdebatan di Blaugrana mengenai permainan apa yang harus diperbaharui untuk klub.

Akan tetapi, mantan pelatih Barcelona memiliki pendapat yang berbeda terkait dengan Azulgranas. Yang mana Guardiola, menyebut bahwa Luis Enrique merupakan pelatih terbaik Spanyol saat ini.

Luis-Enrique-Barcelona
enrique yang berikan isyarat kepada para pemainnya

Guardiola Berikan Tanggapan Mengenai Pelatih Terbaik Barcelona

Pep Guardiola beranggapan bahwa Barcelona lebih pantas bersama pelatih terbaik yaitu Luis Enrique. Selama dia menjabat sebagai pelatih, El Barca nyaris sulit dikalahkan oleh klub-klub lain. Dimana Enrique memiliki startegi dan taktik dengan sempurna.

“Bersama Enrique meraka tampil dengan sangat mengesankan dan hampir tidak pernah terkalahkan di beberapa pertandingan,” ucap Guardiola ketika di wawancara.

“Saya melihat penampilan Messi jauh lebih baik yang belum pernah saya lihat selama ini,” tambah Guardiola.

“Permainan yang ditunjukkan Messi bisa memainkan bola dengan mengesankan melewati tiga sampai empat pemain lawan. Dan itu dia lakukannya dengan sangat baik dibandingkan dengan pemain lainnya,” kata pelatih berumur 46 tahun.

Pelatih yang kini menangani Manchester City itu melontarkan pernyataannya bahwa Barcelona harus bisa menyesuaikan pola permainan yang lebih kompetitif untuk musim depan nanti.

“Intinya adalah mampu mempertahankan metode perminan mereka.”

“Ernesto mengetahui apa yang dibutuhkan oleh klub, dia pun juga seorang pelatih yang memiliki pengetahuan banyak. Maka dari itu, semua akan berjalan dengan lancar di musim depan.”

Guardiola sendiri memberikan tambahan atas penilaiannya, jika Messi akan hengkang seiring dengan pensiunya. Dan klub tersebut harus memiliki kesabaran untuk bisa kembali menjadi diri mereka sendiri untuk terus berada di papan teratas.

Ernesto Valverde
Ernesto Valverde melempar bola kedalam lapangan

Xavi Yakin Kepada Valverde Mampu Menjadi Pelatih Terbaik di Barcelona

Xavi yang merupakan legenda di Barcelona, sangat berharap kepada Ernesto Valverde untuk dapat meraih kesuksesan yang luar biasa di musim depan di Camp Nou. Xavi pun menyatakan jika dia tidak mengenal tentang Valverde secara individu.

Tetapi, Xavi mengatakan banyak mendengar hal-hal yang baik mengenai pelatih tersebut. Yang mana, Valverde akan bekerja bersama klub baru yang ditanganinya pekan ini. Dia pun memang sengaja dipilih langsung oleh pihak Blaugrana untuk menggantikan Luis enrique. Dimana kontrak Enrique akan habis di musim ini.

Mantan pelatih Athtletic Bilbao itu dipercaya mampu menjalankan filosi Barca di dalam lapangan, jika diingat kembali dia dia pernah bermain bersama tim Catalan sebagai seorang pemain.  Dan kini dia kembali sebagai pelatih untuk menangani mantan klubnya.

“Secara pribadi, saya tidak kenal dengannya, tetapi saya senang melihat cara timnya menunjukkan permainanannya. Saya sendiri tidak begitu mengenal Valverde, namun saya lebih kenal Rubio,” Xavi kepada media setempat.

“Saya sangat kenal dia dengan baik dan membuat terkesan. Dia merupakan sosok yang luar biasa.”

“Dia merupakan sosok yang sangat saya kenal dengan baik dari Barcelona. Saya sempat bekerja sama dengannya, dia merupakan pelatih fisik tim utama dan juga junior, dia begitu cerdas. Dia pun memberitahukan kepada saya jika Valverde merupakan pelatih terbaik yang diketahuinya.”

Pelatih Terbaik Sejarah di Liga Champions

Real Madrid Liga Champions

Ini merupakan musim terpenting dalam sejarah Liga Champions. Di pertandingan final musim ini akan berlangsung di Stadion Millenium dan sekaligus bertada dalam ulang tahun ke 25, usai kompetisi yang berganti format di tahun 1992.

Sejak berganti format itu, banyak pelatih yang membawa timnya meraih gelar juara dan bahkan beberapa pelatih ternama pun sukses memenangkan gelar tersebut dari sekali. Maka dari itu, pelatih yang berhasil mendapatkan gelar bergengsi itu akan melonjak tinggi.

Real Madrid yang merupakan klub sukses di sepanjang sejarah Liga Champions usai mendapatkan gelar sebanyak 11 kali. Mereka yang memulai bertanding di dalam kompetisi elite antar klub Eropa musim 2016-2017 yang menghadapi Sporting Lisbon.

Berikut Lima Pelatih Terbaik Sepanjang Sejarah Liga Champions:

  • Jupp Heynckes

Jupp Heynckes
Jupp Heynckes

Pelatih kebangsaan Jermain itu telah menyumbangkan trofi bergengsi Liga Champions pertamanya di tahun 1998 bagi Real Madrid, setelah 32 tahun meraih Piala Eropa terakhir.  Meskipun begitu, Heynckes hanya menangani Madrid selama semusim untuk menentap di Santiago Barnebeu.

Dalam 15 tahun kemudian, kemenangan kedua yang diperoleh Heynckes ketika dia menjabat sebagai pelatih di Bayern Munchen. Yang sebelumnya, dia pernah menelan pahitnya kekalahan di putaran final di tahun 2012. Kesuksesan yang diraihnya bersama klub asal Bundesliga itu sangat spesial, karena timnya mampu meraih treble pertama di dalam sejarah sepakbola Jerman.

Dan mencatatkan sebagai peraih gelar juara Liga Champion untuk kelima kalinya bagi klub Bavaria. Tidak sekedar itu saja, melainkan moment terindah Bayern Munchen yang sukses mengalahkan Barcelona di sebuah pertandingan kandang dan tandang.

  • Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson
Sir Alex Ferguson

Alex Ferguson yang sangat lama melatih di Manchester United, mampu memberikan gelar Liga Champions di tahun 1999 yang sebagian dari treble pertama di sepakbola Inggris. Dia pun berhasil menaklukan kompetisi elite Eropa kembali di tahun 2008.

Dia juga bisa memberikan gelar kembali di kancah Eropa jika tidak dihentikan oleh Barcelona yang ditukangi Josep Guardiola di tahun 2009 dan 2011. Dengan hal tersebut, dai harus berlapang dada untuk tidak meraihnya di tahun tersebut. Dimana penampilan Barca saat itu memang sangat gemilang.

  • Josep Guardiola

Josep Guardiola
Josep Guardiola

Pep Guardiola yang pernah mengalahkan Sir Alex Ferguson dalam putaran final tahun 2009 dan 2011. Dia pun merupakan pelatih yang sukses menciptakan salah satu klub yang hebat sepanjang masa. Di dalam skuat yang dimilikinya itu di isi oleh Lionel Messi, Xavi , Andres Iniesta dan Sergio Busquest.

Pelatih kewarganegaraan Spanyol itu mungkin telah memberikan tiga gelar sekaligus, jika tidak dikalahkan oleh pasukan Jose Mourinho saat menjadi pelatih di Inter Milan tahun 2010. Guardiola pun juga membawa Bayern Munchen lolos ke babak semi final tiga kali berturut-turut antara tahun 2014 dan 2016.

  • Jose Mourinho

Jose Mourinho
Jose Mourinho

Usai membuat kejutan bersama Porto yang meraih gelar juara di tahun 2004, dan juga menumbangkan tim raksasa Inggris, Manchester United dalam prosesnya. Jose Mourinho sukses meraih gelar treble pertama dalam sepakbola Italia bersama Inter Milan. Dimana kala itu, tim asuhannya mampu menundukkan Barcelona yang menjadi salah satu laga penentu di tahun 2010.

  • Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti
Carlo Ancelotti

Tidak ada bagi seorang pelatih yang mampu meraih gelar juara Liga Champions dan Piala Eropa lebih dari Carlo Ancelotti. Dia merupakan pakat dalam kompetisi di level tertinggi Eropa, usai memberikan gelar bergengsi untuk AC Milan dan memrikan La Decima atau gelar Eropa ke 10 yang di nanti-nanti Real Madrid di tahun 2014.

Saat ini, Ancelotti yang menjabat sebagai pelatih di Bayern Munchen untuk melanjutkan tugas Pep Guardiola untuk meraih kejayaan di Liga Champions seperti Juup Heynckes.

Massimiliano Allegri Siap Merombak Lini Depan Juventus

Massmiliano Allegri

Pelatih Juventus yang bernama Massimiliano Allegri, mengatakan bahwa dirinya melihat celah dari kelemahan di dalam skuarnya sekarang ini. Sehingga, dia berharap pihak klub bertindak dengan cepat di bursa transfer musim panas kali ini.

Usai tim asuhanya melewati musim 2016-2017 kemarih, pelatih terbaik Juventus itu menilai di skuat Bianconerri memiliki kelemahan pada bagian sayap mereka. Allegri pun begitu mengharapkan dapat membeli pemain yang berposisi winger untuk menutup kekurangan tersebut.

Dengan begitu pihak klub pun sudah menglist nama-nama pemain yang siap untuk pembelian. Seperti Angel Di Maria, Douglas Costa dan yang terakhir Federico Bernardeschi. Allegri pun membenarkan pernyataan itu, yang aman dari nama pemain tersebut akan di datangkan untuk mengisi skuatnya.

Massmiliano Allegri Juventus
allegri tengah mengatur pemain yang berada di dalam lapangan

Allegri Melihat Juventus Masih Memiliki Kekurangan

Massimiliano Allegri mengakui adanya kelemahan pada bagian lini depan dalam skuatnya. Maka dari itu, pelatih tersebut berharap pihak klub merealisasikan beberapa pemain yang dapat memperkuat saya pada skuatnya.

“Saat ini saya mengatakan, mengenai jumlah pemain, semua pemain sudah lengkap terkecuali di bagian lini depan,” kata Allegri kepada media.

“Tentunya, anda akan memikirkan sebagian pemain yang pergi dari klub dan harus mencari penggantinya. Namun, klub ini sudah memiliki para pemain yang berkualitas. Sehingga mereka akan mempertimbangkan hak-hal dengan baik.”

“Kami pun telah mendapatkan hasil yang penting dari Italia dan Eropa. Namun, kami tidak dapat meraih gelar Liga Champions. Maka dari itu, kami akan berusaha untuk mewujudkannya di musim mendatang.”

Juventus yang gagal untuk meraih treble winners di musim lalu, setelah mereka dibantai 4-1 oleh Real Madrid di laga final Liga Champions. Usai Old Lady meraih dua gelar juara Scudetto dan Coppa Italia. Sang pelatih pun sangat yakin dalam menghadapi musim baru nanti, Juventus akan lebih kuat.

“Saya bernilai jika musim ini, Juventus akan memiliki pemain yang mampu tampil lebih baik di Liga Champions,” tutupnya.

Massmiliano-Allegri-Juventus
allegri tidak menerima keputusan wasit

Allegri Ingin Datangkan Pemain Sayap

Pelatih Juventus yaitu Massmiliano Allegri telah memiliki niat untuk melanjutkan kembali menggunakan formasi 4-2-3-1 di musim depan. Pelatih itu memberikan penilaian, jika skuatnya saat ini membutuhkan pemain sayap dalam melengkapi timnya.

Ada beberapa pemain yang menjadi incaran Juventus seperti Angel Di Maria, Douglas Costa dan Federico Bernardeschi. Allegri pun mengakui akan mendatangkan salah satu pemain sayap untuk bisa mengisi di dalam skuatnya pada musim ini.

“Kami akan berupaya dan memberikan kelanjutan sistem permainan untuk yang kami mulai di empat bulan sillam,” ucap Allegri.

“Tentu saja, kami akan melihat pemain mana yang akan masuk dalam skuat. Ada juga beberapa pemain yang akan didatangkan dan itu membuat perubahan pada kami,” tambah sang pelatih.

Pelatih berusia 49 tahun itu beranggapan bahwa skuatnya kini sudah lengkap, meski dia merasa butuh pemain tambahan di lini depan. Allegri berpikir jika Juventus masih sanggup dalam bersaing untuk merebutkan piala Liga Champions di musim depan. Setelah timnya dikalahkan di laga final oleh Real Madrid.

“Tentu, anda aka berpikir mengenai siapa yang pergi dan pengganti, tetapi klub ini sangat bagus. Denganb begitu, mereka akan berpikir dua kali untuk menemukan yang terbaik,” jelasnya.

“Saya merasa Juventus akan memiliki pemain yang dapat bermain dengan hebat di Liga Champions lagi,” ujarnya.

Zinedine Zidane Pelatih Terbaik Dunia di Spanyol

zinedine-zidane-real-madrid

Real Madrid yang memiliki seoran pelatih bernama Zinedine Zidane, setelah mengantarkan timnya meraih juara Liga Champions lebih memilih merendah. Hal tersebut terlihat dengan jelas, ketika wartawan memberikan pertanyaan mengenai tanggapan bahwa dia merupakan pelatih terbaik dunia saat ini.

“Menjadi pelatih terbaik di dunia ? tidak, tidak mungkin itu yang sudah saya lakukan,” ucap Zidane setelah laga di Cardiff, Wales.

Sebelum tampil di laga putaran final, timnya menjadi juara menumbangkan Juventus di final yang mengakhiri skor 4-1.

“Saya tidak harus patah arang sebelumnya dan saya pun bukanlah orang yang cerdas saat ini. Saya benar-benar menyukai sepak bola, saya terus berusaha dengan keras. Terlepas dari semua itu saya sedang tinggal bersama klub besar yang dapat mengandalkan pemain yang luar biasa,” tambah Zidane.

zinedine zidane
zinedine zidane yang mengatur timnya di sebuah pertandingan

Zidane Sukses Kembali Memberikan Gelar Liga Champions Untuk Real Madrid

Zinedine Zidane akhirnya membuktikan dalam mempertahankan gelar Liga Champions bagi Real Madrid di musim ini. Ini merupakan sebuah momen yang sangat spesial bagi Zidane, yang mana pada musim pertamanya dia pun membawa timnya raih gelar kompetisi ini.

Sekarang ini, dia pun berhasil memastikan Madrid dalam perolehan persetasi sepanjang sejarah klub yang mempertahankan gelar. Sekaligus melengkapinya dengan gelar La Liga yang telah diraihnya terlebih dahulu. Dengan keberhasilan ini, Zidane akan tetap menjadi pelatih Real Madrid.

“Apa saya akan menetap disini? Itu sudah pasti, akan tetapi saat ini kita harus menikmati semua ini,” ucap pelatih kebangsaan Perancis tersebut.

Zidane pun memberikan penilain, langkah tinmnya untuk meraih gelar juara Liga Champions tidak lah mudah di musim ini.

“Ini merupakan sebuah musim yang benar-benar hebat, saya mengucapkan selamat kepada semua pemain dan juga klub-klub hebat yang mengikuti kompetisi ini.”

“Dengan pemain yang dimiliki klub ini dan juga berkat hasil kerja keras mereka, kami mampu mendapatkan semua ini. Kami sadar dengan hal itu. Saya merasa sangat senang, Mungkin anda tidak dapat melihatnyam namun jauh di lubuk hati saya merasa sangat luar biasa,” tutupnya.

Zinedine Zidane Real Madrid
zidane yang menyapa penggemar real madrid

Zidane Pelatih Terbaik Dunia dan Tekun Puasa

Zinedine Zidane merupakan sosok pelatih yang menunjukkan kehebatannya setelah membawa Real Madrid dalam mempertahankan gelar juara Liga Champions musim ini, di Stadion Millennium. Meski karir terbilang luar biasa dalam menjabat sebagai pelatih, dia selalu merendah diri.

Pelatih yang panggilan akrabnya Zizou itu tidak inginm mengatakan bahwa dirinya merupakan pelatih terbaik dunia saat ini. Zidane sendiri dikenal sebagai seorang muslim yang taat dalam ibadah. Sejak dia berkarir sebagai pemain sepak bola di berbagai Liga di dunia, di tiap bulan Ramadhan, Zidane selalu menjalankan ibadah puasa.

Yang mana rentetan pertandingan yang dilakoninya saat bulan puasa, terus dijalani olehnya. Saat ini, Zidane menjadi pelatih utama yang membawa klubnya menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut. Yang mana sebelumnya, Real Madrid menjuarai ajang bergengsi tersebut musim 2016-2017 usai menundukkan Juventus 1-4.

Sejak kompetisi yang berganti format menjadi Liga Champions, tidak ada seorang pelatuh yang bisa mengantarkan tim asuhannya mempertahankan gelar juara tersebut.

Dimana pelatih terkahir kala itu, Arrigo Sachi yang membawa AC Milan meraih juara Piala Champions di tahun 1989 dan 1990. Ini adalah sebuah prestasi yang sangat gemilang bagi Zinedine Zidane. Pria berdarah aljazair itu sebagai pelatih yang hebat.

Zidane yang memulai karirnya sebagai pelatih utama di Madrid sejak 4 Januari 2016 silam. Ketika itu Zidane berhasil memberikan lima gelar di ajang yang berbeda untuk Real Madrid.