Montella Sebut Nicola Sebagai Pelatih Terbaik di Italia dan Bandar Judi Bola M88 Terpercaya

vicenzo montella

Vicenzo Montella yang merupakan pelatih kepala di AC Milan dan master agen judi bola online M88 terbaik, mengatakan jika dia menganggap pesaingnya Davide Nicola di Crotone, untuk diberikan penghargaan pelatih terbaik di Serie A musim 2016-2017. Dengan adanya pernyataan itu, jelang kedua tim akan bertemu dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Ezio.

Pelatih AC Milan itu pun, memberikan alasannya mengapa Nicola layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Karena dari empat pertandingan terakhir mereka, Nicola mampu meraih hasil positif berupa tiga kali menang dan bermain imbang satu kali.

Montella pun menganggap koleganya pantas untuk mendapatkan penghargaan sebagai pelatih terbaik di Italia. Berdasarkan kehebatan dari pelatih lawannya itu, Montella sendiri akan berhati-hati dalam menghadapi Crotone. Apalagi, AC Milan dituntut untuk mendapatkan raihan poin penuh agar bisa tampil di Liga Europa.

vicenzo-montella
montella yang tengah mengatur tim asuhannya di sesi latihan

Tanggapan Montella dan bandar judi bola M88 Mengenai Davide Nicola

Vicenzo Montella beranggapan jika Davide Nicola layak menyandang gelar sebagai pelatih terbaik di Italia. Dimana pelatih tersebut telah membuktikan hasil positi dalam beberapa laga terahir mereka di kompetisi Serie A. Hal ini membuat Montella mewaspadai permainan Crotone dalam pertemuan kedua tim nanti.

“Davide Nicola sudah menunjukkan pekerjaannya dengan sangat baik. Saya akan pilih sebagai pelatih terbaik saat ini, terlepas dari banyaknya poin yang dihasilkan olehnya di sisa kompetisi,” ujar pelatih berusia 43 tahun tersebut.

“Di pertandingan kali ini, merupakan sebuah laga yang penting untuk kami dan juga mereka. Meski kami dikalahkan oleh Empoli yang sulit diterima, mengingat penampilan kami yang mengesankan. Tetapi, kami memiliki tujuan untuk bisa bermain di Liga Eruopa,” tutup Montella.

Saat ini, AC Milan masih menempati posisi keenam yang berselisih enam poin dari Atalanta, dimana batas trakhir zona Eropa.

vincenzo-montella-ac-milan
montella sedang diwawancara saat konfrensi pers

Coverciano, Penghasil Pelatih Terbaik dan Agen Judi M88 Terbaik

Seorang pelatih yang disebut sebagai bertangan dingin dan memiliki strategi mematikan, Arrigo Sacchi sendiri tidak mempunyai latar belakang sebagai pemain sepak bola profesional bahkan dirinya merupakan seorang agen judi bola online M88 terbaik di Asia. Dimana maestro 70 tahun itu sempat berjualan sepatu bola. Tetapi, usai lulusa dari pendidikan kepelatihan di Coverciano, dia mampu meracik strategi.

Pusat pendidikan kepelatihan yang berada di Florence, tepatnya di wilayah Tuscany Italia itu telah didirikan dari tahun 1958. Yang mana telah melahirkan ratusan pelatih terbaik dunia, bisa dicontoh seperti Sacchi. Bagi para calon yang ingin menjadi pelatih, tidak hanya duduk untuk mendengarkan dosen saja.

Namn, mereka harus membuka sebuah forum bagi siswa untuk bisa mengembangkan ide dan saran. Pendidikan pelatihan di Coverciano ini pun tidak hanya sekolah biasa. Mereka pun mempunyai kurikulum yang sistematis dan juga memiliki museum agar menimbulkan rasa bangga dan nasionalisme untuk siswanya.

Di dalam musem itu pun terdapat sebuah dokumentasi sejarah sepak bola Italia. yang berisi seperti jersey, bola, video, medali dan juga piala. Maka dari itu lulusan dari Coverciano memiliki gagasan yang jitu bagi sebuah tim. Salah satunya yaitu Carlo Anceloti yang telah memberikan gagasan mengenai sepak bola masa depan yang dinamis.

Termasuk juga Roberto Mancini yang meriset tentang gelandang serang Il Trequartista. Adapun alumni lainnya yang saat ini tengah menangani klub-klub besar di Eropa, seperti Antonio Conte (Chelsea). Luciano Spaletti (AS Roma), Massimiliano Allegri (Juventus), Maurizio Sarri (Napoli), Claudio Ranieri (Leicester City) dan Stefano Pioli (Inter Milan).

Untuk regenrasi dari lulusan pelatih di Coverciano yang tengah naik daun, seperti Simone Inzaghi (Lazio), Vicenzo Montella (AC Milan), Massimo Rasteli (Cagliari) dan Roberto Donadoni (Bologna). Tetapi, bagi Davide Nicole bisa dikatakan kurang menonjol karena prestasi Cotone di debutnya dalam melatih klub Serie A.

Pelatih Terbaik di Italia

antonio conte

Antonio Conte yang saat inimelatih tim nasional Italia U-16. Setelah sang pelatih itu berkarir selama 23 tahun di level klub dan 20 tahun di tim nasional wanita Italia. Pelatih yang dipanggil dengan sebutan Panico itu memutuskan untuk pensiun sebagai manajer dalam karirnya di tahun 2016 lalu.

Pelatih berusia 47 tahun itu baru tahun ini memulai karirnya untuk melatih timnas U-16 dan menjadi perempuan pertama di Italia yang menangani tim laki-laki. Maksud dari hal itu adalah karena sebutannya Panico yang artinya seorang perempuan.

“Mereka masih menyebut saya ‘Mister’.  Ya, Mister Panico,” ucap Patrizia Panico ketika diwawancara oleh sebuah media.

Hal ini memang kurang enak di dengar, dengan menyebutnya ‘Mister’ untuk Panico. Namun, sebutan itu memang sudah lama menjadi tren di Calcio. Siapa saja yang menjabat sebagai pelatih di tim, maka dia akan diberikan panggilan ‘Mister’.

antonio-conte
ekspresi conte yang tidak menerima keputusan wasit

Terjadi Panggilan Mister Bagi Seorang Pelatih di Italia

Hal ini dapat dilacak dari awal keberadaan sepak bola di Italia. Dimana salah satu olahraga ini didatangkan dari orang-orang Inggris. Secara tidak langsung, ketika jaman dahulu pemain sepak bola Italia dilatih oleh orang-orang Inggris. Maka dari itu, sapaan ‘Mister’ ini menjadi turun menurun sampai saat ini.

Sebutan ‘Mister’ itu merupakan bentuk sebuah penghormatan. Yang mana berguna untuk menunjukkan perbedaan level antara si pemanggil dan orang yang di panggil. Maka itu, dia mendapatkan julukan itu dengan otomatis menjadi sosok yang dihormati, dipatuhi dan dituakan.

Di sepak bola Italia, ada sebuah penghargaan yangmenjadi sebuah penghormatan untuk para pelatih terbaik Italia. Yang mana nama tersebut yaitu Pachina d’Oro atau bangku kepelatihan emas. Ide itu berawal dari Massimo Morratti di musim 1990-1991 dikepala oleh Federasi Sepak Bola Italia (FGIC).

Dimana Moratti ingin memberi penghargaan untuk semua pelatih terbaik yang berada di Eropa dan mereka yang memiliki hak untuk memilih pemenang adalah para jurnalis. Akan tetapi, format ini hanya mampu bertahan sampai dua tahun dimana Raymod Goethals dan Fabio Capello menjadi pemenang di musim 1990-1991 dan 1991-1992.

Setelah tidak adanya penghargaan di tahun 1992-1993, Pachina d’Oro pun telah kembali digelar di tahun 1993-1994 dengan format terbaru. Sampai pada tahun 2005-2006, penghargaan Panchina d’Oro ini diperuntukkan bagi para pelatih terbaik dari Serie A maupun Serie B.

Sejak memulainya musim 2006-2007 sampai saat ini, penghargaan itu hanya diberikan untuk pelatih di Serie A. Dengan begitu, mereka hanya berhak memilih pemenangan adalah sesama pelatih saja.

massimiliano allegri
massimiliano allegri sedang mengatur timnya

Marurizio Sarri Mendapatkan Penghargaan Panchina d’Oro

Jika mengingat kembali siap saja yang pernah mendapatkan penghargaan Panchina d’Oro, ada satu tren yang benar-benar terlihat. Karena tidak semua pelatih yang mampu mendapatkan penghargaan tersebut adalah pelatih yang pernah membawa tinnya meraih juara.

Contohnya seperti Maurizio Sarri yang sempat terjadi pada dirinya di bulan Maret 2017 lalu, telah menerima penghargaan atas pencapainnya di musim 2015-2016. Di musim itu, Sarri yang baru saja menjabar sebagai pelatih di Napoli sukses menempatkan tim asuhannya di posisi kedua klasemen Serie A.

Tidak hanya itu saja, melainkan gaya permainan yang ditunjukkan timnya pun sangat atraktif dan ofensif yang menjadikannya nilai plus untuk mantan pelatih taktik Empoli tersebut. Gaya yang dimiliki oleh Sarri pun sangat bagus dan bebera dengan kolega yang memilihnya.

Selain Sarri, adapun Massimiliano allgeri yang pernah mendapatkan penghargaan tersebut ketika menangani tim yang tidak pernah juara. Ketika dirinya menjabat sebagai pelatih Cagliari di tahun 2010 silam. Pada saat itu, Allegri sukses membawa tim asuhannya mengakhiri musim di urutan kesembilan.

Massimiliano Allegri Siap Merombak Lini Depan Juventus

Massmiliano Allegri

Pelatih Juventus yang bernama Massimiliano Allegri, mengatakan bahwa dirinya melihat celah dari kelemahan di dalam skuarnya sekarang ini. Sehingga, dia berharap pihak klub bertindak dengan cepat di bursa transfer musim panas kali ini.

Usai tim asuhanya melewati musim 2016-2017 kemarih, pelatih terbaik Juventus itu menilai di skuat Bianconerri memiliki kelemahan pada bagian sayap mereka. Allegri pun begitu mengharapkan dapat membeli pemain yang berposisi winger untuk menutup kekurangan tersebut.

Dengan begitu pihak klub pun sudah menglist nama-nama pemain yang siap untuk pembelian. Seperti Angel Di Maria, Douglas Costa dan yang terakhir Federico Bernardeschi. Allegri pun membenarkan pernyataan itu, yang aman dari nama pemain tersebut akan di datangkan untuk mengisi skuatnya.

Massmiliano Allegri Juventus
allegri tengah mengatur pemain yang berada di dalam lapangan

Allegri Melihat Juventus Masih Memiliki Kekurangan

Massimiliano Allegri mengakui adanya kelemahan pada bagian lini depan dalam skuatnya. Maka dari itu, pelatih tersebut berharap pihak klub merealisasikan beberapa pemain yang dapat memperkuat saya pada skuatnya.

“Saat ini saya mengatakan, mengenai jumlah pemain, semua pemain sudah lengkap terkecuali di bagian lini depan,” kata Allegri kepada media.

“Tentunya, anda akan memikirkan sebagian pemain yang pergi dari klub dan harus mencari penggantinya. Namun, klub ini sudah memiliki para pemain yang berkualitas. Sehingga mereka akan mempertimbangkan hak-hal dengan baik.”

“Kami pun telah mendapatkan hasil yang penting dari Italia dan Eropa. Namun, kami tidak dapat meraih gelar Liga Champions. Maka dari itu, kami akan berusaha untuk mewujudkannya di musim mendatang.”

Juventus yang gagal untuk meraih treble winners di musim lalu, setelah mereka dibantai 4-1 oleh Real Madrid di laga final Liga Champions. Usai Old Lady meraih dua gelar juara Scudetto dan Coppa Italia. Sang pelatih pun sangat yakin dalam menghadapi musim baru nanti, Juventus akan lebih kuat.

“Saya bernilai jika musim ini, Juventus akan memiliki pemain yang mampu tampil lebih baik di Liga Champions,” tutupnya.

Massmiliano-Allegri-Juventus
allegri tidak menerima keputusan wasit

Allegri Ingin Datangkan Pemain Sayap

Pelatih Juventus yaitu Massmiliano Allegri telah memiliki niat untuk melanjutkan kembali menggunakan formasi 4-2-3-1 di musim depan. Pelatih itu memberikan penilaian, jika skuatnya saat ini membutuhkan pemain sayap dalam melengkapi timnya.

Ada beberapa pemain yang menjadi incaran Juventus seperti Angel Di Maria, Douglas Costa dan Federico Bernardeschi. Allegri pun mengakui akan mendatangkan salah satu pemain sayap untuk bisa mengisi di dalam skuatnya pada musim ini.

“Kami akan berupaya dan memberikan kelanjutan sistem permainan untuk yang kami mulai di empat bulan sillam,” ucap Allegri.

“Tentu saja, kami akan melihat pemain mana yang akan masuk dalam skuat. Ada juga beberapa pemain yang akan didatangkan dan itu membuat perubahan pada kami,” tambah sang pelatih.

Pelatih berusia 49 tahun itu beranggapan bahwa skuatnya kini sudah lengkap, meski dia merasa butuh pemain tambahan di lini depan. Allegri berpikir jika Juventus masih sanggup dalam bersaing untuk merebutkan piala Liga Champions di musim depan. Setelah timnya dikalahkan di laga final oleh Real Madrid.

“Tentu, anda aka berpikir mengenai siapa yang pergi dan pengganti, tetapi klub ini sangat bagus. Denganb begitu, mereka akan berpikir dua kali untuk menemukan yang terbaik,” jelasnya.

“Saya merasa Juventus akan memiliki pemain yang dapat bermain dengan hebat di Liga Champions lagi,” ujarnya.