Kiper Terbaik Dunia di Spanyol Sepanjang Masa

Tidak hanya di Italia saja yang menghasilkan kiper terbaik dunia, melainkan Spanyol yang merupakan negara Eropa pun banyak menghasilkan kiper ternama. Sebagian kiper tersebut tidak hanya bermain di negaranya sendiri, tetapi mereka juga berkarir di sebuah klub besar di tiap negara Eropa.

Selain memiliki kemampuan di dirinya dan prestasi yang diraih bersama tim nasional ataupun klub. Leadership skill pun merupakan salah satu pertimbangan untuk menentukan ranking di dalam daftar ini. Mungkin sebagian banyak orang sudah mengenal kiper-kiper terbaik ini.

Namun, kita harus mengetahui apa tugas kiper di dalam sebuah tim sepak bola. Kiper merupakan seseorang yang indentik dengan sarung tangan, yang bertugas menjaga gawang timnya agar tidak kebobolan dari tim lawan. Dimana penjaga gawang bagian permainan yang spesial, karena hanya dia yang boleh menyentuh bola dengan tanggannya (hanya di zona penalti).

Berikut nama-nama kiper terbaik di Dunia Liga Spanyol:

  • Iker Casillas

Iker Casillas
Casillas usai menyelematkan gawangnya

Kiper satu ini memiliki bakat yang mampu menjaga gawangnya dengan baik, leadership skill, serta prestasi yang didapatkannya bersama klub dan timnas. Hal ini lah yang membuat Iker Casillas layak menempatkan posisi teratas dalam daftar kiper terbaik sepanjang masa di Spanyol.

Dia pun mendapatkan kepercayaan sebagai kiper utama di Real Madrid di tahun 2000. Casillas sendiri telah meraih lima gelar juara di La Liga dan dua kali mendapatkan Liga Champions bersama Los Blancos. Dan merupakan penjaga gawang andalan timnas Spanyol yang sukses meraih gelat World Cup 2010, Euro 2008, dan Euro 2012.

  • Ricardo Zamora

Ricardo Zamaro
Zamora tengah menyelamatkan gawangnya

Penjaga gawang ini merupakan kiper tertangguh pada masanya, bahkan dia pun dianggap sebagai kiper terbaik dalam sejarah sepakbola Spanyol. Namanya pun diabadikan untuk dijadikan penghargaan tahunan yang akan diberikan untuk kiper terbaik di Liga Spanyol.

Ricardo Zamora sudah berkari dari tahun 1916 sampai dengan 1937, yang mana kiper itu bermain di tiga klub besar seperti, Barcelona, Espanyol dan Real Madrid. Momen yang selalu dikenang, ketika dia tampil sebagai kiper timnas Spanyol berhadapan dengan melawan Inggris.

  • Antoni Ramallets

Antoni Ramallets
Ramallets sedang berlatih

Tidak hanya kiper Barcelona yang dianggap sukses  dan berkualitas dibandingkan dengan Zubizarreta dan Victor Valdes, maka terdapat satu nama yaitu Antoni Ramallets. Penjaga gawang itu berkari selama 16 tahun bersama El Barca, dari tahun 1946 sampai dengan 1962.

Pada eranya, kiper tersebut sudah membawa Barcelona meraih enam kali juara La Liga dan Lima trofi Copa del Rey. Tidak sekedar itu, dia mendapatkan lima kali gelar Zamora Trophy. Selam berkarir, Ramllets sudah bermain sebanyak 35 laga bersama timnas Spanyol.

  • Victor Valdes

Victor Valdes
Valdes merayakan kemenangan timnya

Meski kiper satu ini sempat mendapatkan banyak kritikan yang selalu melakukan blunder, jika dilihat dari statistik Valdes merupakan kiper terbaik Spanyol. Dimana, sang kiper sudah mendapatkan gelar Zamora Trophy dan jumlah yang dimilikinya saat ini masih bisa bertambah. Karena sampai saat ini dia masih berkarir.

  • Pepe Reina

Pepe Reina
ekspresi pepe reina setelah timnya mencetak gol

Penjaga gawang ini merupakan pemain asli dari didikan Youth Academy Barcelona yang terpaksa hijrah ke klub lain, karena tidak mendapatkan tempat di skuat inti El Barca. Dengan mengejutkan, karir di klub barunya, Villareal terbilang mengesankan. Dan dia pun bergabung dengan Liverpool ddi tahun 2005 dan diberikan kepercayaan sebagai kiper utama.

Kandidat Pelatih Terbaik Dunia di Liga Champions 2015

Trofi pelatih terbaik

FIFA yang telah menyebutkan nama-nama pelatih terbaik dunia yang bermain di Liga Champions, untuk memperebutkan penghargaan Coach Of The Year 2015. Ada beberapa nama yang masuk dalam nominasi yang dianggap berprestasi di musim 2014/2015.

Dari 10 pelatih yang masuk dalam nominasi, terdapat satu nama yaitu Jorge Sampaoli yang tidak menangani klub. Dimana Sampaoli sendiri masuk ke dalam daftar calon pelatih terbaik di dunia, ketika dia membawa tim nasional Cile meraih gelar Copa Amerika 2015.

Di musim ini, peluang Luis Enrique untuk mendapatkan gelar juara sangat besar. Wajar, jika prestasi Enrique sepanjang musim 2015 sangat luar biasa. Pelatih tersebut telah memberikan Barcelona tiga trofi di ajang La Liga, Copa del Rey, Liga Champions.

Dan dia pun berhasil membawa Piala Super Eropa 2015, setelah mereka menumbangkan Sevilla di bulan Agustus lalu. Dengan begitu raihan gelar yang didapatkan oleh Enrique di 2015, memiliki peluang untuk bertambah di Piala Dunia Antarklub pada Desember silam.

Inilah 10 Calon Pelatih Terbaik Dunia 2015

  • Massimiliano Allegri (Juventus)

Massimiliano Allegri

Setelah Massimiliano Allegri dipecat oleh AC Milan pada tahun 2014 lalu, sang pelatih melanjutkan karirnya di Juventus. Bersama Old Lady, Allegri berhasil membuktikan kualitasnya sebagai pelatih yang meraih dua gelar sekaligus dalam satu musim , yaitu Scudetto dan Coppa Italia.

Pelatih yang kini menginjak usai 48 tahun itu sudah membawa Juventus tampil di final Liga Champions. Akan tetapi, Juve telah gagal memperebutkan trofi tersebut setelah dikalahkan Barcelona dengan skor akhir 1-3.

  • Carlo Ancelotti (Mantan Pelatih Real Madrid)

Carlo Ancelotti

Pelatih satu ini, gagal memberikan Real Madrid meraih gelar di musim 2014-2015. Carlo Ancelotti tetap masuk nominasi sebagai pelatih terbaik tahun ini. FIFA sendiri menganggap jika sosok pelatih tersebut memberikan pengaruh besar daam dunia sepak bola. Karena di musim sebelumnya telah memberikan gelar Liga Champions ke 10 bagi Madrid.

  • Laurent Blanc (Paris Saint-Germain)

Laurent Blanc

Pelatih asal Perancis satu ini mampu memberikan Paris Saint-Germain meraih treble winners di ajang domestik. Berkat hasil didiknya, tim yang berjuluk Les Parisiens meraih gelar Ligue 1, Coupe de Ligue dan Coupe de France.

  • Unai Emery (Sevilla)

Unai Emery

Emery yang terbilang berjasa bagi Sevilla selama dua musim beruntun, sukses memberikan tim asuhannya meraih gelar juara Liga Europa. Dengan prestasi yang diraihnya itu, FIFA menilai Emery layak masuk dalam kandidat pelatih terbaik 2015.

  • Josep Guardiola (Bayern Munchen)

Josep Guardiola

Guardiola yang kini melatih klub asal Jerman, Bayern Munchen itu tidak membuat karirnya tenggelam. Pelatih asal Spanyol itu justru mampu sukses memberikan anak asuhnya meraih trofi Bundesliga, DFB Pokal, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.

  • Luis Enrique (Barcelona)

Luis Enrique

Dalam menangani Barcelona karir Enrique begitu bersinat, di musim pertamanya, sang pelatih berhasil memberikan Blaugrana meriah gelar La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

  • Jose Mourinho (Chelsea)

Jose Mourinho

Pada musim lalu Liga Primer Inggris telah milik Chelsea. Dimana besutan Jose Mourinho berhasil menjuarai Liga Inggris dan Piala Liga. Tetapi, kinerja musim ini terbalik dengan musim lalu. Yang mana jumlah kekalahan The Blues masih lebih banyak ketimbang menang.

  • Jorge Sampaoli (Timnas Chile)

Jorge Sampaoli

Chile telah bangkit dari ketepurukan mereka, yang kini menjadi negara yang terkuat di dunia dalam sepak bola. Dimana mereka di tahun ini telah sukses mengangkat trofi Copa America setelah menumbangkan Argentina dibabak adu penalti.

  • Diego Simeone (Atletico Madrid)

Diego Simeone

Pelatih satu ini memiliki nasik yang sama dengan Carlo Ancelotti. Dimana, musim lalu tim besutannya, Atletico Madrid gagal meraih gelar juara. Meski begitu, kinerja Simeone tidak bisa dipandang sebelah mata. Berkatnya Atletico menjadi salah satu tim yang ditakuti.

  • Arsene Wenger (Arsenal)

Arsene Wenger

Banyaknya kritikan yang didapatkan oleh Wenger, membawa Arsenal raih gelar Community Shield. Meski karir sang pelatih saat ini naik turun, dan FIFA pun menganggap The Profesor merupakan pelatih terbaik tahun ini.

Montella Sebut Nicola Sebagai Pelatih Terbaik di Italia

vicenzo montella

Vicenzo Montella yang merupakan pelatih kepala di AC Milan, mengatakan jika dia menganggap pesaingnya Davide Nicola di Crotone, untuk diberikan penghargaan pelatih terbaik di Serie A musim 2016-2017. Dengan adanya pernyataan itu, jelang kedua tim akan bertemu dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Ezio.

Pelatih AC Milan itu pun, memberikan alasannya mengapa Nicola layak untuk mendapatkan penghargaan tersebut. Karena dari empat pertandingan terakhir mereka, Nicola mampu meraih hasil positif berupa tiga kali menang dan bermain imbang satu kali.

Montella pun menganggap koleganya pantas untuk mendapatkan penghargaan sebagai pelatih terbaik di Italia. Berdasarkan kehebatan dari pelatih lawannya itu, Montella sendiri akan berhati-hati dalam menghadapi Crotone. Apalagi, AC Milan dituntut untuk mendapatkan raihan poin penuh agar bisa tampil di Liga Europa.

vicenzo-montella
montella yang tengah mengatur tim asuhannya di sesi latihan

Tanggapan Montella Mengenai Davide Nicola

Vicenzo Montella beranggapan jika Davide Nicola layak menyandang gelar sebagai pelatih terbaik di Italia. Dimana pelatih tersebut telah membuktikan hasil positi dalam beberapa laga terahir mereka di kompetisi Serie A. Hal ini membuat Montella mewaspadai permainan Crotone dalam pertemuan kedua tim nanti.

“Davide Nicola sudah menunjukkan pekerjaannya dengan sangat baik. Saya akan pilih sebagai pelatih terbaik saat ini, terlepas dari banyaknya poin yang dihasilkan olehnya di sisa kompetisi,” ujar pelatih berusia 43 tahun tersebut.

“Di pertandingan kali ini, merupakan sebuah laga yang penting untuk kami dan juga mereka. Meski kami dikalahkan oleh Empoli yang sulit diterima, mengingat penampilan kami yang mengesankan. Tetapi, kami memiliki tujuan untuk bisa bermain di Liga Eruopa,” tutup Montella.

Saat ini, AC Milan masih menempati posisi keenam yang berselisih enam poin dari Atalanta, dimana batas trakhir zona Eropa.

vincenzo-montella-ac-milan
montella sedang diwawancara saat konfrensi pers

Coverciano, Penghasil Pelatih Terbaik

Seorang pelatih yang disebut sebagai bertangan dingin dan memiliki strategi mematikan, Arrigo Sacchi sendiri tidak mempunyai latar belakang sebagai pemain sepak bola profesional. Dimana maestro 70 tahun itu sempat berjualan sepatu bola. Tetapi, usai lulusa dari pendidikan kepelatihan di Coverciano, dia mampu meracik strategi.

Pusat pendidikan kepelatihan yang berada di Florence, tepatnya di wilayah Tuscany Italia itu telah didirikan dari tahun 1958. Yang mana telah melahirkan ratusan pelatih terbaik dunia, bisa dicontoh seperti Sacchi. Bagi para calon yang ingin menjadi pelatih, tidak hanya duduk untuk mendengarkan dosen saja.

Namn, mereka harus membuka sebuah forum bagi siswa untuk bisa mengembangkan ide dan saran. Pendidikan pelatihan di Coverciano ini pun tidak hanya sekolah biasa. Mereka pun mempunyai kurikulum yang sistematis dan juga memiliki museum agar menimbulkan rasa bangga dan nasionalisme untuk siswanya.

Di dalam musem itu pun terdapat sebuah dokumentasi sejarah sepak bola Italia. yang berisi seperti jersey, bola, video, medali dan juga piala. Maka dari itu lulusan dari Coverciano memiliki gagasan yang jitu bagi sebuah tim. Salah satunya yaitu Carlo Anceloti yang telah memberikan gagasan mengenai sepak bola masa depan yang dinamis.

Termasuk juga Roberto Mancini yang meriset tentang gelandang serang Il Trequartista. Adapun alumni lainnya yang saat ini tengah menangani klub-klub besar di Eropa, seperti Antonio Conte (Chelsea). Luciano Spaletti (AS Roma), Massimiliano Allegri (Juventus), Maurizio Sarri (Napoli), Claudio Ranieri (Leicester City) dan Stefano Pioli (Inter Milan).

Untuk regenrasi dari lulusan pelatih di Coverciano yang tengah naik daun, seperti Simone Inzaghi (Lazio), Vicenzo Montella (AC Milan), Massimo Rasteli (Cagliari) dan Roberto Donadoni (Bologna). Tetapi, bagi Davide Nicole bisa dikatakan kurang menonjol karena prestasi Cotone di debutnya dalam melatih klub Serie A.

Guardiola Mendapatkan Penghargaan Pelatih Terbaik Liga Inggris

Josep Guardiola

Josep Guardiola yang merupakan manajer utama di Manchester City, telah dipilih sebagai pelatih terbaik Liga Inggris di bulan Februari lalu. Sementara, penghargaan pemain terbaik jatuh pada pemain Tottenham Hotspur, Harry Kane.

Dengan ditunjuknya Guardiola dalam penghargaan tersebut, tidak begitu mengejutkan. Karena sejak di tangani olehnya, The Citizen mampu menampilkan permainan gemilang di Liga Inggris di sepanjang Februari. Yang mana Sergio Aguero dan kawan-kawan sukses memenangkan tiga laga.

Pada bulan Februari lalu, Manchester City berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 4-0 saat berhadapan dengan West Ham United. Sebelum menaklukan Swansea City melalui gol penentu yang dilepaskan oleh Gabriel Jesus. Dengan ditutup kemenangan 2-0 melawan Bournemouth.

Ini merupakan penghargaan di bulan pertama yang diraih oleh mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen sejak menjadi pelaih di Inggris. Dan juga Harry Kane yang bermain dengan mengesankan sejak pulih dari cedera pada bagian pergelangan kaki. Kane telah mencetak empat gol sepanjang Februari lalu dan membuat hattrick saat berhadapan dengan Stoke City dengan skor 4-0.

Josep-Guardiola
Guardiola memberikan isyarat

Guardiola Merendah Saat Meraih Penghargaan Pelatih Terbaik

Pep Guardiola telah memberikan kejutan di Liga Inggris, setelah dirinya melatih klub Manchester City dengan meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik di Liga Inggris pada Februari lalu. Raihan yang didapatkan olehnya, berkat sukses memenangkan tiga kali untuk City di bulan Februari.

Namun, di beberapa pekan terakhir ini Pep Guardiola dianggap gagal dalam mempertahankan peforma terbaik Citizen. Yang membuat dirinya, mendapatkan sebuah julukan baru disebut Fraudiola. Kata tersebut di ambil dari kata fraud yang artinya gadungan.

Dengan hal itu, foto Guadiola yang berpose memegang penghargaan itu telah banyak diperincangkan di sosial media. Kemungkinan dari wajah yang terlihat biasa saat berfoto dengan trofi, yang tidak memancarkan rasa kegembiraan sama sekali di wajah sang pelatih.

“Saya rasa lemari Conte sudah penuh dengan banyak penghargaan yang diraih. Maka dari itu, alasan mengapa mereka memberikan penghargaan tersebut kepada orang lain,” ujarnya.

Itulah tanggapan yang dilontarkan oleh Guardiola mengenai penghargaan pelatih terbaik Liga Inggris pertamanya.

Pep Guardiola Pelatih Terbaik
Pep Guardiola Pelatih Terbaik

Ronald De Boer Yakin Guardiola Bisa Buat Manchester City Kuat

Ronald de Boer merasa yakin jika Pep Guardiola mampu membuat Manchester City menjadi spesial di musim mendatang, usai gagal di kompetisi pertamanya. Guardiola yang mendapatkan banyak kritikan di debut musim pertamanya di Liga Primer Inggris, yang hanya menempati ketiga.

Dengan adanya pemain baru seperti Baernando Silva dan Ederson Moraes yang didatangkan pada musim panas ini. The Citizen memiliki harapan yang besar di musim depan dan mantan rekan rekan setim Guardiola ketika bermain di Barcelona, De Boer menjadi yakin sang pelatih itu bisa memberikan jawaban.

“Saya yakin dia mampi memberikan peningkatan Manchester City di musim mendatan, tanpa diragukan lagi,” ucapnya kepada media.

“Saya bisa berkata seperti ini, karena dia merupakan pelatih terbauk. Dia dapat merubah permainan dan membuat tim bermain. Tentunya membuat orang-orang menjadi tertarik utuk melihatnya.”

“Para pendukung akan bersemangat untuk datang ke stadion karena ingin melihat sesuatu. Meski hasilnya tidak selalu bagus, tetapi mereka akan melihat para pemain akan tampil mengesankan. Meraka pun akan melakuakan dengan caranya untuk bisa memenangkan pertandingan.”

“Barcelona bermain di pertandingan yang sulit dan tetap juara di Liga Champions. Kebanyakan orang membicarakan pertahanan mereka rapuh, num tidak. Mereka mampu bermain dengan gemilang dan mereka disukai, maka Pep akan membuat semua ini di City.”

Pep Guardiola: Pelatih Enrique Sukses Tangani Barcelona

Luis Enrique Barcelona

Pep Guardiola memberikan penilaian kepada Barcelona akan tetap menjadi sebuah klub yang hampi tidak terkalahkan, jika Lionel Messi tetap di klubnya. Guardiola melontarkan harus butuh kesabaran jika pemain tim nasional Argentina itu menyatakan pensiun di Barca.

Barcelona yang di musim lalu gagal untuk meraih gelar juara Liga Spanyol dan dihentikan oleh Juventus di babak perempat final ajang Liga Champions. Dengan dua kegagalan yang diterima dalam ajang tersebut, menimbulkan perdebatan di Blaugrana mengenai permainan apa yang harus diperbaharui untuk klub.

Akan tetapi, mantan pelatih Barcelona memiliki pendapat yang berbeda terkait dengan Azulgranas. Yang mana Guardiola, menyebut bahwa Luis Enrique merupakan pelatih terbaik Spanyol saat ini.

Luis-Enrique-Barcelona
enrique yang berikan isyarat kepada para pemainnya

Guardiola Berikan Tanggapan Mengenai Pelatih Terbaik Barcelona

Pep Guardiola beranggapan bahwa Barcelona lebih pantas bersama pelatih terbaik yaitu Luis Enrique. Selama dia menjabat sebagai pelatih, El Barca nyaris sulit dikalahkan oleh klub-klub lain. Dimana Enrique memiliki startegi dan taktik dengan sempurna.

“Bersama Enrique meraka tampil dengan sangat mengesankan dan hampir tidak pernah terkalahkan di beberapa pertandingan,” ucap Guardiola ketika di wawancara.

“Saya melihat penampilan Messi jauh lebih baik yang belum pernah saya lihat selama ini,” tambah Guardiola.

“Permainan yang ditunjukkan Messi bisa memainkan bola dengan mengesankan melewati tiga sampai empat pemain lawan. Dan itu dia lakukannya dengan sangat baik dibandingkan dengan pemain lainnya,” kata pelatih berumur 46 tahun.

Pelatih yang kini menangani Manchester City itu melontarkan pernyataannya bahwa Barcelona harus bisa menyesuaikan pola permainan yang lebih kompetitif untuk musim depan nanti.

“Intinya adalah mampu mempertahankan metode perminan mereka.”

“Ernesto mengetahui apa yang dibutuhkan oleh klub, dia pun juga seorang pelatih yang memiliki pengetahuan banyak. Maka dari itu, semua akan berjalan dengan lancar di musim depan.”

Guardiola sendiri memberikan tambahan atas penilaiannya, jika Messi akan hengkang seiring dengan pensiunya. Dan klub tersebut harus memiliki kesabaran untuk bisa kembali menjadi diri mereka sendiri untuk terus berada di papan teratas.

Ernesto Valverde
Ernesto Valverde melempar bola kedalam lapangan

Xavi Yakin Kepada Valverde Mampu Menjadi Pelatih Terbaik di Barcelona

Xavi yang merupakan legenda di Barcelona, sangat berharap kepada Ernesto Valverde untuk dapat meraih kesuksesan yang luar biasa di musim depan di Camp Nou. Xavi pun menyatakan jika dia tidak mengenal tentang Valverde secara individu.

Tetapi, Xavi mengatakan banyak mendengar hal-hal yang baik mengenai pelatih tersebut. Yang mana, Valverde akan bekerja bersama klub baru yang ditanganinya pekan ini. Dia pun memang sengaja dipilih langsung oleh pihak Blaugrana untuk menggantikan Luis enrique. Dimana kontrak Enrique akan habis di musim ini.

Mantan pelatih Athtletic Bilbao itu dipercaya mampu menjalankan filosi Barca di dalam lapangan, jika diingat kembali dia dia pernah bermain bersama tim Catalan sebagai seorang pemain.  Dan kini dia kembali sebagai pelatih untuk menangani mantan klubnya.

“Secara pribadi, saya tidak kenal dengannya, tetapi saya senang melihat cara timnya menunjukkan permainanannya. Saya sendiri tidak begitu mengenal Valverde, namun saya lebih kenal Rubio,” Xavi kepada media setempat.

“Saya sangat kenal dia dengan baik dan membuat terkesan. Dia merupakan sosok yang luar biasa.”

“Dia merupakan sosok yang sangat saya kenal dengan baik dari Barcelona. Saya sempat bekerja sama dengannya, dia merupakan pelatih fisik tim utama dan juga junior, dia begitu cerdas. Dia pun memberitahukan kepada saya jika Valverde merupakan pelatih terbaik yang diketahuinya.”

Pelatih Terbaik Sejarah di Liga Champions

Real Madrid Liga Champions

Ini merupakan musim terpenting dalam sejarah Liga Champions. Di pertandingan final musim ini akan berlangsung di Stadion Millenium dan sekaligus bertada dalam ulang tahun ke 25, usai kompetisi yang berganti format di tahun 1992.

Sejak berganti format itu, banyak pelatih yang membawa timnya meraih gelar juara dan bahkan beberapa pelatih ternama pun sukses memenangkan gelar tersebut dari sekali. Maka dari itu, pelatih yang berhasil mendapatkan gelar bergengsi itu akan melonjak tinggi.

Real Madrid yang merupakan klub sukses di sepanjang sejarah Liga Champions usai mendapatkan gelar sebanyak 11 kali. Mereka yang memulai bertanding di dalam kompetisi elite antar klub Eropa musim 2016-2017 yang menghadapi Sporting Lisbon.

Berikut Lima Pelatih Terbaik Sepanjang Sejarah Liga Champions:

  • Jupp Heynckes

Jupp Heynckes
Jupp Heynckes

Pelatih kebangsaan Jermain itu telah menyumbangkan trofi bergengsi Liga Champions pertamanya di tahun 1998 bagi Real Madrid, setelah 32 tahun meraih Piala Eropa terakhir.  Meskipun begitu, Heynckes hanya menangani Madrid selama semusim untuk menentap di Santiago Barnebeu.

Dalam 15 tahun kemudian, kemenangan kedua yang diperoleh Heynckes ketika dia menjabat sebagai pelatih di Bayern Munchen. Yang sebelumnya, dia pernah menelan pahitnya kekalahan di putaran final di tahun 2012. Kesuksesan yang diraihnya bersama klub asal Bundesliga itu sangat spesial, karena timnya mampu meraih treble pertama di dalam sejarah sepakbola Jerman.

Dan mencatatkan sebagai peraih gelar juara Liga Champion untuk kelima kalinya bagi klub Bavaria. Tidak sekedar itu saja, melainkan moment terindah Bayern Munchen yang sukses mengalahkan Barcelona di sebuah pertandingan kandang dan tandang.

  • Sir Alex Ferguson

Sir Alex Ferguson
Sir Alex Ferguson

Alex Ferguson yang sangat lama melatih di Manchester United, mampu memberikan gelar Liga Champions di tahun 1999 yang sebagian dari treble pertama di sepakbola Inggris. Dia pun berhasil menaklukan kompetisi elite Eropa kembali di tahun 2008.

Dia juga bisa memberikan gelar kembali di kancah Eropa jika tidak dihentikan oleh Barcelona yang ditukangi Josep Guardiola di tahun 2009 dan 2011. Dengan hal tersebut, dai harus berlapang dada untuk tidak meraihnya di tahun tersebut. Dimana penampilan Barca saat itu memang sangat gemilang.

  • Josep Guardiola

Josep Guardiola
Josep Guardiola

Pep Guardiola yang pernah mengalahkan Sir Alex Ferguson dalam putaran final tahun 2009 dan 2011. Dia pun merupakan pelatih yang sukses menciptakan salah satu klub yang hebat sepanjang masa. Di dalam skuat yang dimilikinya itu di isi oleh Lionel Messi, Xavi , Andres Iniesta dan Sergio Busquest.

Pelatih kewarganegaraan Spanyol itu mungkin telah memberikan tiga gelar sekaligus, jika tidak dikalahkan oleh pasukan Jose Mourinho saat menjadi pelatih di Inter Milan tahun 2010. Guardiola pun juga membawa Bayern Munchen lolos ke babak semi final tiga kali berturut-turut antara tahun 2014 dan 2016.

  • Jose Mourinho

Jose Mourinho
Jose Mourinho

Usai membuat kejutan bersama Porto yang meraih gelar juara di tahun 2004, dan juga menumbangkan tim raksasa Inggris, Manchester United dalam prosesnya. Jose Mourinho sukses meraih gelar treble pertama dalam sepakbola Italia bersama Inter Milan. Dimana kala itu, tim asuhannya mampu menundukkan Barcelona yang menjadi salah satu laga penentu di tahun 2010.

  • Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti
Carlo Ancelotti

Tidak ada bagi seorang pelatih yang mampu meraih gelar juara Liga Champions dan Piala Eropa lebih dari Carlo Ancelotti. Dia merupakan pakat dalam kompetisi di level tertinggi Eropa, usai memberikan gelar bergengsi untuk AC Milan dan memrikan La Decima atau gelar Eropa ke 10 yang di nanti-nanti Real Madrid di tahun 2014.

Saat ini, Ancelotti yang menjabat sebagai pelatih di Bayern Munchen untuk melanjutkan tugas Pep Guardiola untuk meraih kejayaan di Liga Champions seperti Juup Heynckes.

Massimiliano Allegri Siap Merombak Lini Depan Juventus

Massmiliano Allegri

Pelatih Juventus yang bernama Massimiliano Allegri, mengatakan bahwa dirinya melihat celah dari kelemahan di dalam skuarnya sekarang ini. Sehingga, dia berharap pihak klub bertindak dengan cepat di bursa transfer musim panas kali ini.

Usai tim asuhanya melewati musim 2016-2017 kemarih, pelatih terbaik Juventus itu menilai di skuat Bianconerri memiliki kelemahan pada bagian sayap mereka. Allegri pun begitu mengharapkan dapat membeli pemain yang berposisi winger untuk menutup kekurangan tersebut.

Dengan begitu pihak klub pun sudah menglist nama-nama pemain yang siap untuk pembelian. Seperti Angel Di Maria, Douglas Costa dan yang terakhir Federico Bernardeschi. Allegri pun membenarkan pernyataan itu, yang aman dari nama pemain tersebut akan di datangkan untuk mengisi skuatnya.

Massmiliano Allegri Juventus
allegri tengah mengatur pemain yang berada di dalam lapangan

Allegri Melihat Juventus Masih Memiliki Kekurangan

Massimiliano Allegri mengakui adanya kelemahan pada bagian lini depan dalam skuatnya. Maka dari itu, pelatih tersebut berharap pihak klub merealisasikan beberapa pemain yang dapat memperkuat saya pada skuatnya.

“Saat ini saya mengatakan, mengenai jumlah pemain, semua pemain sudah lengkap terkecuali di bagian lini depan,” kata Allegri kepada media.

“Tentunya, anda akan memikirkan sebagian pemain yang pergi dari klub dan harus mencari penggantinya. Namun, klub ini sudah memiliki para pemain yang berkualitas. Sehingga mereka akan mempertimbangkan hak-hal dengan baik.”

“Kami pun telah mendapatkan hasil yang penting dari Italia dan Eropa. Namun, kami tidak dapat meraih gelar Liga Champions. Maka dari itu, kami akan berusaha untuk mewujudkannya di musim mendatang.”

Juventus yang gagal untuk meraih treble winners di musim lalu, setelah mereka dibantai 4-1 oleh Real Madrid di laga final Liga Champions. Usai Old Lady meraih dua gelar juara Scudetto dan Coppa Italia. Sang pelatih pun sangat yakin dalam menghadapi musim baru nanti, Juventus akan lebih kuat.

“Saya bernilai jika musim ini, Juventus akan memiliki pemain yang mampu tampil lebih baik di Liga Champions,” tutupnya.

Massmiliano-Allegri-Juventus
allegri tidak menerima keputusan wasit

Allegri Ingin Datangkan Pemain Sayap

Pelatih Juventus yaitu Massmiliano Allegri telah memiliki niat untuk melanjutkan kembali menggunakan formasi 4-2-3-1 di musim depan. Pelatih itu memberikan penilaian, jika skuatnya saat ini membutuhkan pemain sayap dalam melengkapi timnya.

Ada beberapa pemain yang menjadi incaran Juventus seperti Angel Di Maria, Douglas Costa dan Federico Bernardeschi. Allegri pun mengakui akan mendatangkan salah satu pemain sayap untuk bisa mengisi di dalam skuatnya pada musim ini.

“Kami akan berupaya dan memberikan kelanjutan sistem permainan untuk yang kami mulai di empat bulan sillam,” ucap Allegri.

“Tentu saja, kami akan melihat pemain mana yang akan masuk dalam skuat. Ada juga beberapa pemain yang akan didatangkan dan itu membuat perubahan pada kami,” tambah sang pelatih.

Pelatih berusia 49 tahun itu beranggapan bahwa skuatnya kini sudah lengkap, meski dia merasa butuh pemain tambahan di lini depan. Allegri berpikir jika Juventus masih sanggup dalam bersaing untuk merebutkan piala Liga Champions di musim depan. Setelah timnya dikalahkan di laga final oleh Real Madrid.

“Tentu, anda aka berpikir mengenai siapa yang pergi dan pengganti, tetapi klub ini sangat bagus. Denganb begitu, mereka akan berpikir dua kali untuk menemukan yang terbaik,” jelasnya.

“Saya merasa Juventus akan memiliki pemain yang dapat bermain dengan hebat di Liga Champions lagi,” ujarnya.

Rooney: Alex Ferguson Pelatih Terbaik di Liga Inggris

sir alex ferguson

Wayne Rooney yang merupakan striker Manchester United telah mengatakan dengan penuh keyakinan, bahwa Sir Alex Ferguson pelatih terbaik di Liga Inggris. Pelatih itu memiliki kepribadian yang luar biasa, dan akrab dengan semua pemain.

Seperti yang diketahui, baik pemain dan pelatih pernah bekerjasama di Old Trafford sejak tahun 2004 sampai 2013. Atau bisa dikatakan saat Alex Ferguson memutuskan untuk pensiun dari jabatannya. Meski keduanya memiliki hubungan yang pasang surut, Rooney memberikan respek kepada mantan pelatihnya tersebut.

“Sir Alex Fergusoan merupakan sosok pria yang benar-benar penting,” ucap Rooney kepada media.

“Saya mengucapkan terima kasih kepadanya, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dari Everton. Menurut saya, dia merupakan pribadi dan pelatih yang sangat luar biasa, terlebih ambisinya di sebuah pertandingan. Dia sudah banya membantu saya dan pemain lainnya.”

sir-alex-ferguson
alex ferguson yang sedang mengatur tim asuhannya

Kedatangan Rooney di Manchester United Berkat Alex Ferguson

Wayne Rooney yang didatangkan dari klub yang berjuluk The Toffees dengan harga 25 juta poundsterling, ketika masih berumur 18 tahun.  Penyerang itu pun terus berkembang dalam penampilannya di setiap pertandingan yang di jalani oleh Manchester United.

Rooney pun menjadi penyerang andalan bagi The Red Devils, yang telah mencetak banyak gol untuk timnya. Peningkatan pada dirinya tersebut memang tidak luput dari Alex Ferguson yang memberikan kepercayaannya dengan penuh.

Dia pun juga menambahkan: “Ketika itu saya tiba di skuat sebagai pemain muda dan disana ada beberapa pemain muda lainnya. Dia mendatangkan semuanya secara bersamaan dan membuat kami menhadu klub juara di dunia.”

“Saya benar-benar berterima kasih dengan semua yang dia lakukan. Semua hal itu terasa sangat hebat. Sir Alex merupakan pelatih terbaik yang pernah ada dan dia pun mengakui kemampuan yang saya miliki. Hal itu, membuat saya diinginkan untk bermain di klub ini, dengan begitu sebuah kehormatan bagi saya,” tutupnya.

alex ferguson
alex ferguson berteriak kepada para pemainnya

Mantan Pelatih Manchester United Khawatir Dengan Mantan Klubnya

Sir Alex Ferguson yang telah meninggalkan bangku kepelatihan di Manchester United di tahun 2013, mengaku masih gugup terhadap mantan timnya melawan Liverpool dan Manchester City. Pelatih itu yang bekerja untuk Red Devils selama 26 tahun, merujuk sejarah dalam perjalanan rivalitas sebagai penyebabnya.

“Sulit bagi saya menghilangkan MU di dalam hati. Saat ini saya merasa tenang dan bisa menikmati tiap pertandingan. Namun tidak, ketika bertemu dengan Liverpool dan Manchester City. Dimana kedua klub tersebut merupakan pesaing utama,” ujar Ferguson kepada media.

Manchester United yang tertinggal dari Liverpool dalam mengkoleksi gelar Liga Primer Inggris ketika datang di Old Trafford, bulan November 1986. The Red Devils saat ini masih memimpin 20 berbanding dengan 18 gelar.

Akan tetapi, kompetisi diantara kedua tim tidak terjadi di dalam lapangan. Yang mana persaing Manchester United dan Liverpool merupakan dampak rivalitas di kota asal masing-masing klub dalam revolusi industri.

“Pertandingan Manchester United ketik bertemu dengan Liverpool sangat sengit,” katanya.

Namun, belakangan ini muncul Manchester City. Dimana Posisi mereka yang merupakan rivalitas membuat persaingan Manchester United semakin bertambah. Dana yang diberikan dari Sheihkh Mansour menjadi modal bagi The Citizen.

Yang pada sebelumnya, City selalu pasang surut di dalam kompetisi sepak bola Inggris dan tidak mampu menadingi United. Namun kini, mereka telah mendapatkan kekuatan baru.

Semua itu berkat Sheick Mansour yang datang di tahun 2009, Manchester City mampu mengakhiri kompetisi empat kali dibandingkan The Red Devils.

“Manchester City saat ini sedang memainkan peran penting dalam bersaing gelar juara,” tutup Ferguson.

Zinedine Zidane Pelatih Terbaik Dunia di Spanyol

zinedine-zidane-real-madrid

Real Madrid yang memiliki seoran pelatih bernama Zinedine Zidane, setelah mengantarkan timnya meraih juara Liga Champions lebih memilih merendah. Hal tersebut terlihat dengan jelas, ketika wartawan memberikan pertanyaan mengenai tanggapan bahwa dia merupakan pelatih terbaik dunia saat ini.

“Menjadi pelatih terbaik di dunia ? tidak, tidak mungkin itu yang sudah saya lakukan,” ucap Zidane setelah laga di Cardiff, Wales.

Sebelum tampil di laga putaran final, timnya menjadi juara menumbangkan Juventus di final yang mengakhiri skor 4-1.

“Saya tidak harus patah arang sebelumnya dan saya pun bukanlah orang yang cerdas saat ini. Saya benar-benar menyukai sepak bola, saya terus berusaha dengan keras. Terlepas dari semua itu saya sedang tinggal bersama klub besar yang dapat mengandalkan pemain yang luar biasa,” tambah Zidane.

zinedine zidane
zinedine zidane yang mengatur timnya di sebuah pertandingan

Zidane Sukses Kembali Memberikan Gelar Liga Champions Untuk Real Madrid

Zinedine Zidane akhirnya membuktikan dalam mempertahankan gelar Liga Champions bagi Real Madrid di musim ini. Ini merupakan sebuah momen yang sangat spesial bagi Zidane, yang mana pada musim pertamanya dia pun membawa timnya raih gelar kompetisi ini.

Sekarang ini, dia pun berhasil memastikan Madrid dalam perolehan persetasi sepanjang sejarah klub yang mempertahankan gelar. Sekaligus melengkapinya dengan gelar La Liga yang telah diraihnya terlebih dahulu. Dengan keberhasilan ini, Zidane akan tetap menjadi pelatih Real Madrid.

“Apa saya akan menetap disini? Itu sudah pasti, akan tetapi saat ini kita harus menikmati semua ini,” ucap pelatih kebangsaan Perancis tersebut.

Zidane pun memberikan penilain, langkah tinmnya untuk meraih gelar juara Liga Champions tidak lah mudah di musim ini.

“Ini merupakan sebuah musim yang benar-benar hebat, saya mengucapkan selamat kepada semua pemain dan juga klub-klub hebat yang mengikuti kompetisi ini.”

“Dengan pemain yang dimiliki klub ini dan juga berkat hasil kerja keras mereka, kami mampu mendapatkan semua ini. Kami sadar dengan hal itu. Saya merasa sangat senang, Mungkin anda tidak dapat melihatnyam namun jauh di lubuk hati saya merasa sangat luar biasa,” tutupnya.

Zinedine Zidane Real Madrid
zidane yang menyapa penggemar real madrid

Zidane Pelatih Terbaik Dunia dan Tekun Puasa

Zinedine Zidane merupakan sosok pelatih yang menunjukkan kehebatannya setelah membawa Real Madrid dalam mempertahankan gelar juara Liga Champions musim ini, di Stadion Millennium. Meski karir terbilang luar biasa dalam menjabat sebagai pelatih, dia selalu merendah diri.

Pelatih yang panggilan akrabnya Zizou itu tidak inginm mengatakan bahwa dirinya merupakan pelatih terbaik dunia saat ini. Zidane sendiri dikenal sebagai seorang muslim yang taat dalam ibadah. Sejak dia berkarir sebagai pemain sepak bola di berbagai Liga di dunia, di tiap bulan Ramadhan, Zidane selalu menjalankan ibadah puasa.

Yang mana rentetan pertandingan yang dilakoninya saat bulan puasa, terus dijalani olehnya. Saat ini, Zidane menjadi pelatih utama yang membawa klubnya menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut. Yang mana sebelumnya, Real Madrid menjuarai ajang bergengsi tersebut musim 2016-2017 usai menundukkan Juventus 1-4.

Sejak kompetisi yang berganti format menjadi Liga Champions, tidak ada seorang pelatuh yang bisa mengantarkan tim asuhannya mempertahankan gelar juara tersebut.

Dimana pelatih terkahir kala itu, Arrigo Sachi yang membawa AC Milan meraih juara Piala Champions di tahun 1989 dan 1990. Ini adalah sebuah prestasi yang sangat gemilang bagi Zinedine Zidane. Pria berdarah aljazair itu sebagai pelatih yang hebat.

Zidane yang memulai karirnya sebagai pelatih utama di Madrid sejak 4 Januari 2016 silam. Ketika itu Zidane berhasil memberikan lima gelar di ajang yang berbeda untuk Real Madrid.

Pelatih Terbaik di Italia

antonio conte

Antonio Conte yang saat inimelatih tim nasional Italia U-16. Setelah sang pelatih itu berkarir selama 23 tahun di level klub dan 20 tahun di tim nasional wanita Italia. Pelatih yang dipanggil dengan sebutan Panico itu memutuskan untuk pensiun sebagai manajer dalam karirnya di tahun 2016 lalu.

Pelatih berusia 47 tahun itu baru tahun ini memulai karirnya untuk melatih timnas U-16 dan menjadi perempuan pertama di Italia yang menangani tim laki-laki. Maksud dari hal itu adalah karena sebutannya Panico yang artinya seorang perempuan.

“Mereka masih menyebut saya ‘Mister’.  Ya, Mister Panico,” ucap Patrizia Panico ketika diwawancara oleh sebuah media.

Hal ini memang kurang enak di dengar, dengan menyebutnya ‘Mister’ untuk Panico. Namun, sebutan itu memang sudah lama menjadi tren di Calcio. Siapa saja yang menjabat sebagai pelatih di tim, maka dia akan diberikan panggilan ‘Mister’.

antonio-conte
ekspresi conte yang tidak menerima keputusan wasit

Terjadi Panggilan Mister Bagi Seorang Pelatih di Italia

Hal ini dapat dilacak dari awal keberadaan sepak bola di Italia. Dimana salah satu olahraga ini didatangkan dari orang-orang Inggris. Secara tidak langsung, ketika jaman dahulu pemain sepak bola Italia dilatih oleh orang-orang Inggris. Maka dari itu, sapaan ‘Mister’ ini menjadi turun menurun sampai saat ini.

Sebutan ‘Mister’ itu merupakan bentuk sebuah penghormatan. Yang mana berguna untuk menunjukkan perbedaan level antara si pemanggil dan orang yang di panggil. Maka itu, dia mendapatkan julukan itu dengan otomatis menjadi sosok yang dihormati, dipatuhi dan dituakan.

Di sepak bola Italia, ada sebuah penghargaan yangmenjadi sebuah penghormatan untuk para pelatih terbaik Italia. Yang mana nama tersebut yaitu Pachina d’Oro atau bangku kepelatihan emas. Ide itu berawal dari Massimo Morratti di musim 1990-1991 dikepala oleh Federasi Sepak Bola Italia (FGIC).

Dimana Moratti ingin memberi penghargaan untuk semua pelatih terbaik yang berada di Eropa dan mereka yang memiliki hak untuk memilih pemenang adalah para jurnalis. Akan tetapi, format ini hanya mampu bertahan sampai dua tahun dimana Raymod Goethals dan Fabio Capello menjadi pemenang di musim 1990-1991 dan 1991-1992.

Setelah tidak adanya penghargaan di tahun 1992-1993, Pachina d’Oro pun telah kembali digelar di tahun 1993-1994 dengan format terbaru. Sampai pada tahun 2005-2006, penghargaan Panchina d’Oro ini diperuntukkan bagi para pelatih terbaik dari Serie A maupun Serie B.

Sejak memulainya musim 2006-2007 sampai saat ini, penghargaan itu hanya diberikan untuk pelatih di Serie A. Dengan begitu, mereka hanya berhak memilih pemenangan adalah sesama pelatih saja.

massimiliano allegri
massimiliano allegri sedang mengatur timnya

Marurizio Sarri Mendapatkan Penghargaan Panchina d’Oro

Jika mengingat kembali siap saja yang pernah mendapatkan penghargaan Panchina d’Oro, ada satu tren yang benar-benar terlihat. Karena tidak semua pelatih yang mampu mendapatkan penghargaan tersebut adalah pelatih yang pernah membawa tinnya meraih juara.

Contohnya seperti Maurizio Sarri yang sempat terjadi pada dirinya di bulan Maret 2017 lalu, telah menerima penghargaan atas pencapainnya di musim 2015-2016. Di musim itu, Sarri yang baru saja menjabar sebagai pelatih di Napoli sukses menempatkan tim asuhannya di posisi kedua klasemen Serie A.

Tidak hanya itu saja, melainkan gaya permainan yang ditunjukkan timnya pun sangat atraktif dan ofensif yang menjadikannya nilai plus untuk mantan pelatih taktik Empoli tersebut. Gaya yang dimiliki oleh Sarri pun sangat bagus dan bebera dengan kolega yang memilihnya.

Selain Sarri, adapun Massimiliano allgeri yang pernah mendapatkan penghargaan tersebut ketika menangani tim yang tidak pernah juara. Ketika dirinya menjabat sebagai pelatih Cagliari di tahun 2010 silam. Pada saat itu, Allegri sukses membawa tim asuhannya mengakhiri musim di urutan kesembilan.